Nasihat Rasulullah SAW
Nasihat Rasulullah saw;
“Setiap amal itu ada masa semangat dan masa lemahnya. Barangsiapa yang
pada masa lemahnya ia tetap dalam Sunnahku (petunjukku) maka dia telah
beruntung. Akan tetapi, barangsiapa yang beralih kepada selain itu
berarti ia telah celaka.” (HR. Ahmad)
Rasulullah saw. juga pernah
mengingatkan Abdullah bin Amr bin Ash r.a., “Wahai Abdullah, janganlah
engkau seperti si fulan. Sebelum ini, ia rajin bangun pada malam hari
(Shalat Tahajjud), namun kemudian ia tinggalkan sama sekali.” (HR.
Bukhari)
Lalu seperti apakah orang yang baik agamanya itu?
Cerita diawal tadi, tentang seorang sahabat, mungkin blh jadi contoh
orang yang baik agamanya.
Al-Qura’an berbicara tentang mereka;
“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga
yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang
yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di
waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan
mema'afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat
kebajikan. Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan
keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon
ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni
dosa selain dari pada Allah? dan mereka tidak meneruskan perbuatan
kejinya itu, sedang mereka mengetahui. Mereka itu balasannya ialah
ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang di dalamnya mengalir
sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan Itulah sebaik-baik
pahala orang-orang yang beramal.” (QS. Ali-Imran [3] : 133-136)
No comments:
Post a Comment